Langsung ke konten utama
loading...

Maaf Masih Seputar Koruptor nih ......

Walaupun sudah memasuki tahun baru pembahasan tentang kelakuan dan lika-liku Koruptor di negeri ini tetap menarik untuk dibahas, entah dengan kemasan pembahasan secara akademis maupun secara santai, tho nanti ujung-ujungnya nggak jelas juga hasil pembahasan. Lebih-lebih dari segi pelaksanaannya ... he he he 354 X.


Kita pasti paham bila ada pertanyaan, "Mengapa sih orang berani melakukan korupsi?" Jawabanya sudah pasti, karena adanya peluang. Selain itu, sesuai kodratnya, manusia juga diciptakan Tuhan memiliki hawa nafsu, salah satunya sifat serakah. Sifat seperti inilah yang mendorong orang melakukan kejahatan korupsi, apalagi bila ada kesempatan.


Bicara tentang "kesempatan" melakukan korupsi, di Indonesia ternyata ada 3 lapisan kesempatan menjadi koruptor yakni :


1. Aparat negara dengan warga yang lazim disebut suap atau pemerasan. Ini lapisan kesempatan menjadi koruptor yang ternyaman. Kesempatan mengkorup-pun kecil-kecilan dengan nomimal antara 50 ribu sampai 500 ribu dengan pola mempermainkan birokrasi, "mau cepat atau lama".


2. Aparat negara dengan Aparat Negara, halusnya korupsi dalam bentuk lingkaran di pusat pemerintahan (nepotisme dan kroniisme), bahasa kasarnya "satu guru satu ilmu jangan ganggu". Pola korupsinya pun beda-beda tipis dengan lapisan no. 1 di atas, masih sama-sama mempermainkan birokrasi cuma pada lapisan ini pelakunya bermain pada proyek-proyek yang didanai pemerintah, misal proyek pengadaan beras untuk rakyat miskin. Dari Pusat jatahnya seliter beras dengan kualitas lumayan nanti yang dikucurkan ke masyarakat nasi aking.


3. Lapisan ketiga adalah kejahatan korupsi paling memprihatinkan, yakni white colar crime (kejahatan kerah putih) atau ada juga yang menyebutnya korupsi berjamaah. Saking berjamaahnya enggak tanggung-tanggung bisa melibatkan banyak pihak seperti kalangan birokrat, politikus, aparat penegak hukum mulai dari polisi, jaksa, dan hakim, aparat keamanan negara, dll. Pokoke, meriah deh. Prinsip para pelaku "kena satu kena semua". Karena punya prinsip seperti itu maka pelakunya dituntut untuk "amanah, ingat mengingatkan, rukun dan kompak".


Mengingat dari uraian ke - 3 lapisan di atas, maka timbul tanda tanya, "apakah kita ada diantara ketiga lapisan tersebut ?" .... hayooo ... yang ngerasa jangan ngacung lho !!!


Polemik pemberantasan korupsi di Indonesia mungkin akan lebih efektif kalau saja disetiap tayangan televisi pada jeda-jeda iklan memuat video "matinya saddam" tentunya dengan disisipin kata-kata "SADDAM SUDAH DIGANTUNG, BERIKUTNYA APAKAH ANDA ?"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasasi, pengertian dan prosedurnya

Kasasi adalah pembatalan atas keputusan Pengadilan-pengadilan yang lain yang dilakukan pada tingkat peradilan terakhir dan dimana menetapkan perbuatan Pengadilan-pengadilan lain dan para hakim yang bertentangan dengan hukum, kecuali keputusan Pengadilan dalam perkara pidana yang mengandung pembebasan terdakwa dari segala tuduhan, hal ini sebagaimana ditentukan dalam Pasal 16 UU No. 1 Tahun 1950 jo. Pasal 244 UU No. 8 Tahun 1981 dan UU No. 14 Tahun 1985 jo. UU No. 5 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.

Adapun cara pengajuan kasasi adalah sebagai berikut ;

Dalam hal perkara perdata, Permohonan kasasi disampaikan secara tertulis atau lisan melalui Panitera Pengadilan Tingkat Pertama yang telah memutus perkaranya, dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sesudah putusan atau penetapan Pengadilan yang dimaksudkan diberitahukan kepada pemohon. Apabila tenggang waktu 14 (empat belas) hari tersebut telah lewat tanpa ada permohonan kasasi y…

Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum ... Apa Bedanya ?

Kerap ditemukan dalam suatu gugatan dimana Penggugat terlihat bingung membedakan antara posita Wanprestasi dengan posita perbuatan melawan hukum. Umumnya mereka beranggapan bahwa wanprestasi merukan bagian dari perbuatan melawan hukum (genus spesifik). Alasannya adalah, seorang debitur yang tidak memenuhi pembayaran hutang tepat waktu, jelas merupakan pelanggaran hak kreditur. Anggapan seperti ini sekilas benar adanya namun ketika akan dituangkan dalam bentuk gugatan tertulis, tidak boleh mencampur adukan antara keduanya karena akan menimbulkan kekeliruan posita yang pada akhirnya akan mengaburkan tujuan dari gugatan itu sendiri.

Ada beberapa perbedaan yang sangat prinsipil antara wanprestasi dengan perbuatan melawan hukum. Perbedaan prinsipil tersebut adalah :

1. Sumber;

Wanprestasi timbul dari persetujuan (agreement). Artinya untuk mendalilkan suatu subjek hukum telah wanprestasi, harus ada lebih dahulu perjanjian antara kedua belah pihak sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1320 KUHPerd…

Antara Giro dan Cek

Pengertian Cek (cheque) :
“Surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebut di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut”.
Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral (KUHDagang pasal 178) :
1. pada surat cek tertulis perkataan “CEK/CHEQUE” dan nomor seri
2. surat harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu
3. nama bank yang harus membayar (tertarik)
4. jumlah dana dalam angka dan huruf
5. penyebutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan
6. tanda tangan dan atau cap perusahaan.
Syarat lainnya yang dapat ditetapkan oleh bank :
􀂃 tersedianya dana
􀂃 adanya materai yang cukup
􀂃 jika ada coretan atau perubahan harus ditandatangani oleh si pemberi cek
􀂃 jumlah uang yang terbilang dan tersebut harus sama
􀂃 memperlihatkan masa kadaluarsa cek yaitu 70 hari setelah dikeluarkannya cek tersebut
􀂃 tanda tangan atau cap perusahaan harus sama dengan specimen…